Pengaruh Pemberian Insentif Guru Non Asn, Motivasi Kerja Dan Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Guru Dengan Variabel Resiliensi Sebagai Mediator (Studi Kasus Pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Tegal)

Subekti, Faizal (2026) Pengaruh Pemberian Insentif Guru Non Asn, Motivasi Kerja Dan Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Guru Dengan Variabel Resiliensi Sebagai Mediator (Studi Kasus Pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Tegal). Thesis thesis, Universitas BPD.

[img] Text
daftar pustaka faizal.pdf

Download (97kB)
[img] Text
bab 1-3 faizal subekti.pdf

Download (231kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian insentif guru non-ASN, motivasi kerja, dan komunikasi organisasi terhadap kinerja guru, dengan variabel resiliensi sebagai mediator. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peningkatan kinerja guru yang tidak hanya bergantung pada dukungan finansial, tetapi juga pada faktor psikologis dan lingkungan kerja. Penelitian dilakukan pada guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tegal dengan jumlah sampel 91 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa insentif, motivasi kerja, resiliensi, dan komunikasi organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Motivasi kerja dan komunikasi organisasi juga terbukti berpengaruh terhadap peningkatan resiliensi guru, yang mencerminkan kemampuan guru untuk beradaptasi dan bertahan dalam menghadapi tekanan pekerjaan. Sebaliknya, pemberian insentif tidak berpengaruh signifikan terhadap resiliensi, mengindikasikan bahwa dukungan finansial tidak selalu meningkatkan ketangguhan individu. Selanjutnya, resiliensi berperan sebagai mediator dalam hubungan antara komunikasi organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru, menunjukkan bahwa ketangguhan guru memperkuat dampak positif kedua faktor tersebut. Namun, resiliensi tidak memediasi pengaruh insentif terhadap kinerja guru. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi peningkatan motivasi dan komunikasi organisasi yang terarah, sekaligus mendorong pengembangan resiliensi guru sebagai kunci peningkatan kinerja. Pemerintah daerah dan pengelola sekolah disarankan untuk mengkombinasikan kebijakan insentif dengan program penguatan motivasi, komunikasi efektif, serta pelatihan resiliensi untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kinerja optimal guru non-ASN

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
L Education > L Education (General)
Depositing User: Wisudawan S2
Date Deposited: 31 Mar 2026 01:51
Last Modified: 31 Mar 2026 01:51
URI: http://eprints.stiebankbpdjateng.ac.id/id/eprint/3211

Actions (login required)

View Item View Item