REKRUTMEN TENAGA KERJA TERAMPIL BERBASIS PELATIHAN MASYARAKAT LOKAL (Kajian Strategi Pengembangan SDM Pada Perusahaan Batik Semarang 16 di Kota Semarang)

Anugral, Farhan Alifveranya (2026) REKRUTMEN TENAGA KERJA TERAMPIL BERBASIS PELATIHAN MASYARAKAT LOKAL (Kajian Strategi Pengembangan SDM Pada Perusahaan Batik Semarang 16 di Kota Semarang). Thesis thesis, Universitas BPD.

[img] Text
BAB I - BAB 3.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (454kB)

Abstract

The batik industry, as part of the culture-based creative economy, faces serious challenges in ensuring the availability of skilled and sustainable human resources (HR). A key issue is the mismatch between industry skill requirements and the availability of skilled labor, particularly at the local level. This study aims to analyze the existence of Batik Semarang 16 within the batik sector of Semarang City, examine the implementation of skilled labor recruitment based on local community training, and identify the internal and external challenges encountered in HR development. The research adopts a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. Data analysis was conducted using a descriptive-analytical approach, emphasizing the interpretation of processes, strategies, and the dynamics of HR management at Batik Semarang 16. The findings indicate that Batik Semarang 16 functions not only as a batik production unit but also as a cultural and social institution that plays a significant role in preserving Semarang batik and empowering local communities. Recruitment based on local community training has proven effective as an HR development strategy, as it produces job-ready workers, strengthens artisan regeneration, and enhances employee loyalty and a sense of belonging to the organization. Nevertheless, Batik Semarang 16 continues to face various internal challenges, including limited skilled labor, traditionally oriented business management, and capital constraints, as well as external challenges such as competition from printed batik, changing market preferences, and the pressures of globalization. This study contributes theoretically by positioning local community training as an integral component of labor recruitment strategy rather than merely a skills development program. Practically, it offers a training-based recruitment model that is relevant for the sustainable development of human resources in culture-based creative industries.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: Industri batik, sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya, menghadapi tantangan serius dalam memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan berkelanjutan. Isu utama adalah ketidaksesuaian antara persyaratan keterampilan industri dan ketersediaan tenaga kerja terampil, khususnya di tingkat lokal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan Batik Semarang 16 dalam sektor batik Kota Semarang, meneliti implementasi perekrutan tenaga kerja terampil berdasarkan pelatihan masyarakat setempat, dan mengidentifikasi tantangan internal dan eksternal yang dihadapi dalam pengembangan SDM. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, menekankan interpretasi proses, strategi, dan dinamika manajemen SDM di Batik Semarang 16. Temuan menunjukkan bahwa Batik Semarang 16 berfungsi tidak hanya sebagai unit produksi batik tetapi juga sebagai lembaga budaya dan sosial yang berperan penting dalam melestarikan batik Semarang dan memberdayakan masyarakat setempat. Rekrutmen berbasis pelatihan masyarakat lokal telah terbukti efektif sebagai strategi pengembangan SDM, karena menghasilkan pekerja siap kerja, memperkuat regenerasi pengrajin, dan meningkatkan loyalitas karyawan serta rasa memiliki terhadap organisasi. Namun demikian, Batik Semarang 16 terus menghadapi berbagai tantangan internal, termasuk keterbatasan tenaga kerja terampil, manajemen bisnis yang berorientasi tradisional, dan kendala modal, serta tantangan eksternal seperti persaingan dari batik cetak, perubahan preferensi pasar, dan tekanan globalisasi. Studi ini memberikan kontribusi teoritis dengan memposisikan pelatihan masyarakat lokal sebagai komponen integral dari strategi rekrutmen tenaga kerja, bukan hanya sebagai program pengembangan keterampilan. Secara praktis, studi ini menawarkan model rekrutmen berbasis pelatihan yang relevan untuk pembangunan berkelanjutan sumber daya manusia di industri kreatif berbasis budaya.
Uncontrolled Keywords: labor recruitment, local community training, human resource development, batik industry, creative economy.
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Management
Depositing User: Wisudawan S2
Date Deposited: 12 Mar 2026 08:06
Last Modified: 12 Mar 2026 08:06
URI: http://eprints.stiebankbpdjateng.ac.id/id/eprint/3007

Actions (login required)

View Item View Item