ANALISA KINERJA KEUANGAN, EFISIENSI, DAN KESEHATAN BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) SESUDAH MERGER

Rahmaningrum, Fitriani (2023) ANALISA KINERJA KEUANGAN, EFISIENSI, DAN KESEHATAN BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) SESUDAH MERGER. Other thesis, STIE Bank BPD Jateng.

[img] Text
Tesis Fix - Fitriani R - 22190875.BAB1-3.pdf

Download (540kB)
[img] Text
Tesis Fix - Fitriani R - 22190875.DAFTARPUSTAKA.pdf

Download (306kB)

Abstract

Merger of 3 (three) Islamic Commercial Banks are: Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah and Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah to become Bank Syariah Indonesia (BSI) aims to strengthen and increase capital, increase efficiency and improve image of Islamic banking in Indonesia. This study aims to examine the financial performance (based on liquidity, profitability, solvency and activity ratios), efficiency and health of BSI after the merger carried out by the government during the COVID-19 pandemic. The population of this research is PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. The sample of this research is the financial statements of PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk after the merger. The sample selection method uses purposive sampling. The sample criteria used in this study are: ratios and quarterly financial reports of PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk which present quarterly financial reports for periods 1, 2, 3 and 4 in 2021 and 2022. The results of this study indicate that during the COVID-19 pandemic, BSI maintains a CAR ratio to mitigate the risk of bad financing which has the potential to increase, in other words that capital is enlarged to be able to handle post-merger financing risks amid uncertain economic conditions during the COVID-19 pandemic. BSI's performance in 2022 tends to improve compared to the previous year due to the support of Indonesia's economic situation which has been able to recover from the snares of the crisis due to the COVID-19 pandemic. In 2022, BSI will reduce its liquidity level to increase financing distribution to increase revenue, which is supported by a large composition of low-cost funds. In addition, BSI is trying to reduce its non-performing financing ratio by increasing financing at a faster rate than increasing the collection of third party funds. After the end of the pandemic, BSI's performance has become more efficient.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Merger 3 (tiga) Bank Umum Syariah yaitu: Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) bertujuan untuk memperkuat dan memperbesar modal, meningkatkan efisiensi dan meningkatkan image perbankan Syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kinerja keuangan (berdasarkan rasio likuiditas, profitabilitas, solvabilitas dan aktivitas), efisiensi dan kesehatan BSI sesudah merger yang dilaksanakan pemerintah dalam masa pandemi COVID-19. Populasi dari penelitian ini adalah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. Adapun sampel penelitian ini adalah laporan keuangan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk sesudah merger. Metode pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Kriteria sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah : rasio dan laporan keuangan Triwulanan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk yang menyajikan laporan keuangan triwulanan periode 1, 2, 3, dan 4 pada tahun 2021 dan 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada masa pandemi COVID-19, BSI menjaga rasio CAR untuk memitigasi risiko adanya pembiayaan macet yang berpotensi untuk bertambah, dengan kata lain bahwa modal diperbesar untuk dapat menangani risiko pembiayaan pasca merger ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi pada masa pandemi COVID-19. kinerja BSI pada tahun 2022 cederung membaik daripada tahun sebelumnya karena didukung oleh situasi ekonomi Indonesia yang mampu pulih dari jeratan krisis akibat pandemi COVID-19. Pada tahun 2022, BSI mengurangi tingkat likuiditasnya untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan agar dapat meningkatkan pendapatan yang didukung dengan besarnya komposisi penghimpunan dana murah. Selain itu, BSI berusaha menurunkan rasio pembiayaan bermasalahnya dengan meningkatkan pembiayaan yang lebih cepat dibandingkan dengan peningkatan penghimpunan dana pihak ketiganya. Setelah berakhir masa pandemi kinerja BSI menjadi semakin efisien.
Uncontrolled Keywords: Banks, Mergers, Pandemic, Financial Performance, Efficiency, Health of Bank
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Management
Depositing User: Wisudawan S2
Date Deposited: 04 Jul 2023 02:03
Last Modified: 04 Jul 2023 02:03
URI: http://eprints.stiebankbpdjateng.ac.id/id/eprint/1123

Actions (login required)

View Item View Item